Peristiwa Gerakan 30 September/PKI 1965

C. Peristiwa Gerakan 30 September/PKI 1965
        Pada tahun 1951, Dipa Nusantara Aidit atau yang lebih dikenal dengan nama D.N.Aidit telah terpilih sebagai ketua PKI. Dia dengan cepat mengembangkan PKI setelah kegagalannya dalam pemberontakan Madium tahun 1948. Strategi Aidit ini dipermudah dengan ajaran Nasakom yang dikembangkan oleh Presiden Soekarno. Pada akhir tahun 1963, PKI melancarkan sebua gerakan yang disebut “aksi sepihak”. Para kader PKI membantu para petani dan buruh, mengambil alih tanah penduduk, melakukan aksi demonstrasi, dan pemogokan.
        PKI juga membentuk Biro Khusus yang diketuai oleh Syam Kamaruzaman. Adapun tugas-tugas Biro Khusus yaitu sebagai berikut.
1. Menyebarluaskan pengaruh dan ideologi PKI ke dalam tubuh ABRI.
2. Mengusahakan agar setiap anggota  ABRI yang telah bersediah menjadi anggota PKI dan telah disumpah dapat membina anggota ABRI lainnya.
3. Mendata dan mecatat para anggota ABRI yang telah dibina atau menjadi pengikut PKI agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan untuk kepentingannya.
        Memasuki tahun 1965 pertentangan antara PKI dan Angkatan Darat semakin tajam. D.N.Aidit dan Biro Khususnya mulai melawan AD. Dan pada bulan Januari PKI mengajukan gagasan pembentukan angkatan kelima yang berisi tuntutan agar kaum petani dan buruh dipersenjatai. Hal tersebut dilakukan PKI untuk menggalang kekuatan menghadapi neokolonialisme-imperialisme inggris dalam rangka dwikora.
        Pada bulan Mei 1965, PKI melempar isu adanya Dewan Jendral dalam tbuh Angkatan Darat. Menurut PKI, Dewan Jendra adalah agen nekolim  (Angkatan Serikat atau Inggris) dan bermaksud merebut kekuasaan dengan bantuan Amerika Serikat. Isu ini merupakan bagian dari perang urat saraf. Terhadap Isu Dewan Jendral, pimpinan angkatan darat menyakinkan Presiden aka kesetiaan mereka terhadap pemerintah. Sebaliknya Angkatan Darat secara tegas menolak gagasan pemebntukan angkatan kelima yang dususun PKI.Men/Pangab Letjen Ahmad Yani menyatakan bahwa pembentukan angkatan kelima tidak efektif dan merugikan revolusi Indonesia.
        PKI juga melancarkan isu “Dokumen Gilchrist” yang ditemukan di Villa Bill Palmer. Gilchrist adalah nama duta besar inggris di Jakarta yang bertugas pada tahun 1963-1966. Wacana yang akan dibangun melalui isu Dokumen Gilchrist adalah seolah-olah ada kerja sama antara unsur-unsur TNI AD pihak Amerika dan inggris yang pada waktu itu dikategorikan sebagai salah satu kekuatan nekolim.
        Gerakan militer dipimpin oleh Komandan Batalion I Resimen Cakrabirawa Letkol Untung Samsuri (Pasukan pengawal presiden) dan melibatkan empat kompi pengawal keperisidenan. Gerakan 30 September didahului dengan penculikan enam orang perwira tinggi dan seorang perwira pertama AD (Letjen Ahmad Yani, Mayjen R. Suprapto, Mayjen Mas Tirtidarmo Haryono, Mayjen Suwondo Parman, Brigjen Donald Izacus Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo dan Letnan I Piere Andreas Tendean). Gerakan 30 September berhasil menguasai RRI pusat dan gedung telekomunikasi. Penculikan dan pembunuhan serupa juga terjadi di Yogjakarta dan menimbulkan korban Komandan Komando Resimen 072 Pamungkas Kolonel Katamso dan Kepala Staf Kolem 072 Pamungkas Letkol Sugiyono. Keduanya dibunuh kejam di kentungan, daerah markas suatu battalion yang dikuasai oleh perwira komunis.
        Pada tanggal 3 Oktober 1965 atas bantuan Sukitman (Seorang korban penculikan yang dapat melarikan diri) ditemukan tumbunan tanah di sampah yang diperkirakan sebagai tempat penguburan yang terletak dilingkugan kebun karet di daerah Lubang Buaya. setelah dilakukan penggalian ternyata sebuah sumur tua. Keesokan harinya setelah mendapat informasi tempat yang dimukinkan sebagai tempat para korban penculikan dikubur, Soeharto menuju ke tempat sumur tua itu.
        Para perwira TNI AD yang tewas atas gerakan 30 September /PKI yang disemanyamkan di aula Markas Besar TNI AD. Keesokan harinya bertepatan dengan HUT ke-20 ABRI tanggal 5 Oktober 1965 dengan upacara kebesaran militer, jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata. AD yang terbunuh langsung memperoleh gelar Pahlawan Revolusi dan dianugrahi kenaikan pangkat secara anumerta.

Soal dan Jawaban tentang Materi Peristiwa Gerakan 30 September/PKI 1965
1.  Sebutkan Gerakan yang diluncurkan oleh PKI pada tahun 1963 ? …
Jawab : ………………………………………………
Aksi Sepihak

2.  Sebutkan tugas – tugas Biro Khusus PKI ?..
Jawab : ………………………………………………
1. Menyebarluaskan pengaruh dan ideologi PKI ke dalam tubuh ABRI.
2. Mengusahakan agar setiap anggota  ABRI yang telah bersediah menjadi anggota PKI dan telah disumpah dapat membina anggota ABRI lainnya.
3. Mendata dan mecatat para anggota ABRI yang telah dibina atau menjadi pengikut PKI agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan untuk kepentingannya

3.  Bagaimana tanggapan Angkatan Darat terhadap Isu Dewan Jendral dan pembentukan angkatan kelima ?...
Jawab : ………………………………………………
Terhadap Isu Dewan Jendral , pimpinan Angkatan Darat meyakinkan presiden akan kesetiaan mereka terhadap pemerintah.

4.  Diamanakah Para Perwira TNI AD yang tewas akibat Gerakan 30 September/PKI disemayamkan ?
Jawab : ………………………………………………
Di Aula Markas Besar TNI AD.

5.  Para Jendral yang gugur akibat G-30-S/PKI 1965 mendapat anugrah gelar Pahlawan…
Jawab : ………………………………………………
Anumerta.


Demikian artikel ini telah saya buat, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda. Saya mengucapkan Terimah kasih atas kunjungannya.

0 Response to "Peristiwa Gerakan 30 September/PKI 1965"

Post a Comment