Munculnya
Tuntuntan Reformasi
Pemeritahan Orde Baru yang selama 32
Tahun ternyata tidak konsisten dan Konsekuen terhadap tekad awal, yaitu akan
melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dalam tantanan kehidupan bermasyarakat.
Pemerintahan Orde Baru melakukan berbagai macam penyelewengan serta
penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila dan ketentuan-ketentuan pada UUD 1945.
Penyelewengan dan Penyimpangan direkayasa untuk melindungi kepentingan penguasa
sehingga hal tersebut dianggap sah, walaupun merugikan rakyat.
Pelaksanaan pembangunan pada masa Orde Baru membutuhkan dana yang
besar, Badan Keuangan internasional yang sangat membantu Indonesia saat itu
adalah IMF. Pembangunan pada masa Orde Baru menyebabkan peningkatan dibidang
perekonomian, akan tetapi laju pertumbuhan ekonomi tersebut hanya dinikmati
oleh kalangan tinggi para penguasa besar yang dekat dengan pengusaha. Sekitar
tahun 1997 ketika terjadi krisis ekonomi dunia Indonesia tidak mampu bertahan
sebab fondasi ekonomi Indonesia yang rapuh, akibatnya Indonesia mengalami
krisis ekonomi dan krisis moneter yang cukup berat. Bantuan IMF ternyata tidak
mampu membangkitkan perekonimoan nasional, hal inilah yang menjadi salah satu
faktor penyebab runtuhnya pemerintahan Orde Baru tahun 1998.
1. Krisis Politik
Dalam UUD 1945 pasal 2 telah disebutkan bahwa
“Kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR”.
Tetapi secara de jure (secara hukum) kedaulatan rakyat Indonesia berada di
tangan MPR sebagai wakil dari rakyat, tetapi secara de facto (dalam
kenyataannya) anggota MPR sudah diatur dan direkayasa. Akibatnya muncul rasa
tidak percaya kepada pemerintah,DPR,MPR. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap
pemerintah memunculkan gerakan reformasi. Gerakan ini menuntut untuk dilakukan
reformasi total di segala bidang, termasuk keanggotaan DPR dan MPR yang dipandang
penuh dengan KKN. Agenda reformasi juga menuntut pembaruan terhadap lima
undang-undang politik yang dianggap menjadi sumber ketidakadilan.
1. UU No.1 Tahun 1985 tentang Pemilihan Umum.
2. UU No.2 Tahun 1985 tentang Susunan,Kedudukan,Tugas, dan
Wewenang DPR/MPR.
3. UU No.3 Tahun 1985 tentang Partai Politik dan Golongan
Karya.
4. UU No.5 Tahun 1985 tentang Referendum.
5. UU No.8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa.
Pada tanggal 27
Juli 1996 Kondisi dan Situasi Politik di Indonesia semakin memanas setelah
terjadi peristiwa Kelabu, peristiwa ini muncul sebagai akibat terjadinya
pertikaian internet PDI. Krisis politik sebagai faktor penyebab terjadinya
gerakan reformasi tidak hanya pada masalah konflik PDI saja, namun masyarakat
juga menuntut adanya reformasi dalam kehidupan masyarakat dan dalam
pemerintahan di Indonesia.
2. Krisis Hukum
Pada masa pemerintahan orde Baru, pelaksanaan hukum
banyak terjadi ketidakadilan. Masyarakat menginginkan adanya reformasi di
bidang hukum supaya dapat menempatkan masalah-masalah hukum pada kedudukan yang
sebenarnya. Pemilu tahun 1997 Golkar menang Mutlak. Kemenangan Golkar diikuti
dengan munculnya dukungan kepada Soeharto untuk dapat dicalonkan kembali
sebagai presiden Republik Indonesia dalam Sidang Umum MPR tahun 1998.
Pencalonan kembali Soeharto sebagai presiden tidak dapat dipisahkan dari
komposisi anggota MPR/DPR yang menguntungkan pihak penguasa.
3. Krisis Ekonomi
Pada pertengahan
tahun 1997, perekonomian di Negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia
mulai terguncang karena secara tiba-tiba nilai tukar dollar Amerika melonjak.
Nilai tukar rupiah merosot tajam, bahkan hampir menyentuh level Rp. 15.000,00. Meskipun banyak yang
menyebabkan krisis moneter, namun penyebab utamanya adalah spekulan valuta
asing yang telah memborong dollar dan menjualnya dengan harga yang tinggi
sehingga mata uang Negara-negara di Asia
Tengara menjadi terpuruk.
Adanya
kemerosotan ekonomi Indonesia ternyata tidak mendapat tanggapan dari presiden
Soeharto dengan membuat perbaikan kebijakan ekonomi, tetapi presiden Soeharto
justru meminta bantuan dana pembangunan dari International Monetary Fund (IMF).
Penyebab mucul Krisis ekonomi Indonesia juga tidak terlepas
dari hal-hal berikut.
a. Utang Luar Negeri
Indonesia
Utang Luar Negeri Indonesia menjadi salah satu faktor
penyebab munculnya krisis ekonomi. Namun tidak sepenuhnya merupakan Utang Negara,
sebagian lagi merupakan Utang Swasta. Radius Prawiro dalam sidang Dewan
Pemantapan Ketahanan Ekonomi yang dipimpin oleh Presiden Soeharto di Bina Graha
menyampaikan bahwa utang Negara sampai tanggal 6 Februari 1998 mencapai 63,462 miliar dollar Amerika,
sedangkan utang pihak swasta mencapai 73,962 miliar dollar Amerika.
b. Penyimpangan Pasal 33 UUD 1945
Pasal 33 UUD 1945 tercantum bahwa perekonomian didasarkan
atas demokrasi ekonomi. Kemakmuran rakyat ditafsirkan bukan merupakan
kemakmuran orang per orang, tetapi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia dan
bangsa Indonesia. Oleh karna itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama
berdasarkan atas asas kekeluargaan. Perekonomian berdasarkan asas demokrasi
ekonomi bertujuan untuk menciptakan kemakmuran bagi semua orang.
c. Pola Pemerintahan
Sentralitis
Sistem Pemerintahan yang dilaksanakan Orde baru bersifat
sentralistis. semua bidang kehidupan diatur secara sentral dari pusat
pemerintahan, yaitu di Jakarta. Politik Sentralitis ini juga dapat dilihat dari
pola pemerintahan pers yang bersifat Jakarta sentris karena pemberitaan yang
berasal dari Jakarta selalu menjadi berita Utama. Jakarta selalu dipandang
sebagai pusat berita penting yang
bernilai tinggi.
4. Krisis
Sosial
Kesenjangan ekonomi menyebabkan kecemburuan sosial di
tengah masyarakat. Berbagai demontrasi yang mengatasnamakan gerakan reformasi
mulai ditunggangi berbagai kepentingan oknum, baik individu maupun kelompok.
Aksi kerusuhan, penjarahan, dan pembakaran terjadi dimana-mana. Puncak dari
aksi kerusuhan dan penjarahan terjadi pada tanggal 13-14 Mei 1998 yang terjadi
di berbagai kota beras di Indonesia.
5. Krisis
Kepercayaan
Para mahasiswa
melakukan demontrasi setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM dan
ongkos angkutan pada tanggal 4 Mei 1998. Puncak aksi para mahasiswa terjadi
pada tanggal 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Jakarta. Empat orang
mahasiswa Trisakti meninggal karena tertembak yaitu, Elang Mulya Lesmana, Heri Hartanto, Hendriawan Sie, dan Hafidhin Royan.
Berikut Pembahasan Soal tentang materi Berakhirnya
Pemerintahan Orde Baru dan Terjadinya Reformasi
1. Sekitar tahun berapakah terjadi krisis
ekonomi dunia ?....
Jawab : …………………………………………………………….
Sekitar tahun 1997
2. Apakah akibat dari fondasi ekonomi Indonesia
yang rapuh ? ….
Jawab : …………………………………………………………….
Akibatnya Indonesia mengalami krisis ekonomi dan krisis
moneter yang cukup berat.
3. Sebutkan Faktor penyebab runtuhnya
pemerintahan Orde Baru tahun 1998!...
Jawab : …………………………………………………………….
Karena bantuan IMF ternyata tidak mampu membangkitkan
perekonimoan nasional dan faktor lainnya yaitu penyelewengan terhadap
pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
4. Akibat muncul rasa tidak percaya kepada pemerintah,DPR,MPR.
Ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah memunculkan gerakan ? …..
Jawab : …………………………………………………………….
Reformasi.
5. Agenda reformasi juga menuntut pembaruan terhadap
lima undang-undang politik yang dianggap menjadi sumber ketidakadilan.
SebutkanUndang-Undang yang dimaksud tersebut!..
Jawab : …………………………………………………………….
UU No.1 Tahun 1985
tentang Pemilihan Umum.
6. Sebutkan
peristiwa yang terjadi pada tanggal 27 Juli 1996 yang mengakibatkan kondisi dan
situasi politik di Indonesia semakin memanas …..
Jawab : …………………………………………………………….
Peristiwa Kelabu
7. Pada tahun berapakah Golkar menang mutlak ?
Jawab : …………………………………………………………….
Pada tahun 1997
8. Sebutkan kepanjangan dari IMF !...
Jawab : …………………………………………………………….
International Monetary Fund
9. Sistem Pemerintahan yang dilaksanakan Orde
baru bersifat ?....
Jawab : ……………………………………………………………
Sentralistis
10. Sebutkan salah satu mahasiswa yang tertembak saat
berdemontrasi setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM dan ongkos
angkutan pada tanggal 4 Mei 1998 ?...
Jawab : ………………………………………………………….
Elang Mulya Lesmana.
Demekian Pembahasan
Soal tentang materi Berakhirnya Pemerintahan Orde Baru dan Terjadinya Reformasi.
Terima kasih atas kunjungan anda..
0 Response to "Berakhirnya Pemerintahan Orde Baru dan Terjadinya Reformasi"
Post a Comment